Alfied’s Weblog

Juli 26, 2008

Kembalikan semuanya!

Diarsipkan di bawah: My notes — Tag:, , , — Alfied @ 8:06 am

Aku menyadari sepenuhnya tentang diriku. Ini jujur dan aku benar-benar mengakuinya. Aku bukan manusia yang layak untuk dipuja, tak pantas untuk dielu-elukan. Bukan karena semua kebiadaban yang pernah ku perbuat, tapi ini murni karena ketidakpantasan yang sudah melekat dan tak dapat terelakkan dari diriku.
Aku sadar aku terlalu terobsesi untuk menjadi pusat perhatian. Ini salah, aku terlalu munafik dengan keadaanku.
Dalam kondisi itu, aku berusaha melupakan semua kelemahan yang ada pada diriku. Aku menghabiskan waktu hanya untuk mengasah kemampuanku, tanpa sedikitpun berpikir tentang kelemahan yang ada.
Dan semua itu justru membuat aku kehilangan semuanya. Bahkan kehilangan semangat hidupku. Aku terseret dalam jurang keraguan,-amat dalam. Aku kembali bimbang soal bagaimana kelanjutan hidupku. Aku tak dapat meski hanya sekedar menerka ‘kemana arah yang akan aku ambil?’.
Warna kehidupanku mulai memudar. Sesaat bahkan pernah terasa begitu hampa. Entah apa itu, tapi aku merasa ada yang hilang dari kesehariaanku.

Apakah yang hilang itu adalah ‘persahabatan’? Ataukah hal lain yang aku sendiri tak pernah dapat menerkanya. Tapi, apapun itu aku hanya dapat berharap. Semoga aku dapat mengembalikan warna hidupku, segera.
Karena aku tak ingin terpuruk lebih lama lagi. Aku harus bangkit. Harus!

Boyolali – July 26, 2008
[di saat kehampaan menguasaiku]

Penutup

Diarsipkan di bawah: My notes — Tag:, , — Alfied @ 5:57 am

Sekiranya apa yang aku lakukan ini dapat membawa kemaslahatan bg lebih banyak manusia, tentu semua itu adalah kebahagiaan tak terkira. Meski saat ini semua membenci, – atau bahkan mengutuk semua tentangku, aku rela. Kebahagiaanku adalah melihat orang-orang yang aku cintai meraih kebahagiaan. Walaupun aku harus menerima cacian dan makian, kehilangan semua pernak-pernik kehidupanku, atau bahkan menanggung semua sakit hati sendirian.
Ya, aku saat ini hanya dapat berpasrah pada waktu. Jika mereka tak segera tau maksud tindakan ku selama ini, biaralah tubuh ini terajam oleh lemparan caci maki. Biar perih, tapi aku cukup dapat merasakan kebahagiaan.
Dan sendainya mereka tau, aku hanya dapat berharap agar mereka tetap dalam kebahagiaan, walau mungkin tanpa adanya diriku.

Cukup saja aku mengadu semua perasaanku demi mereka, demi dia yang aku cintai. Biar aku sendirian saja menapaki semua kegelapan ini.
Jika dengan melukai diri sendiri akan membuat dia bahagia, aku akan teruskan semua sandiwara ini. Dan akan terus berkamuflase dalam sisi gelap diriku.
Aku akan terus menjaga semua cinta itu. Dan aku tak akan pernah mencabut kata-kata ku.

Selamat berbahagia, bagimu yang aku cinta.
Aku hanya manusia yang tak punya sejuta cara untuk memberikan semua kebahagiaan. Dan mungkin dengan semua manusia – atau bahkan dirimu membenci ku, akan ada taman baru yang tumbuh sebagai labuhan kebahagiaanmu.

Ucapkan selamat jalan bagiku. Sebelum ajal itu datang, biarlah kepergiaanku tak meluruhkan banyak air mata.

July 25, 2008

Blog pada WordPress.com.